Saturday, April 24, 2010

Plagiat (lagi)


Masih belum hilang di ingatan kita bagaimana "budaya" plagiatisme telah merasuk ke Dunia musik Indonesia, kini perilaku "meniru hasil karya orang lain" itu kembali terjadi. Tidak tanggung-tanggung. Pelaku plagiatisme kali ini tidak dari dunia musik. Tetapi dari dunia pendidikan dimana Mochammad Zuliansyah yang merupakan salah Doktor ITB.



Saya mendapat berita ini dari detik.Com. berikut artikelnya:

Kampus Pastikan Ijazah Zuliansyah Tak Berlaku
Bandung - ITB yakin bila Mochammad Zuliansyah tak dapat menggunakan gelar doktor yang diperolehnya dari ITB pada 2008 lalu. Sebab, ITB tak akan memberikan legalisir atas ijazah doktornya.

"Untuk keperluan pekerjaan kan biasanya yang dibutuhkan yang dilegalisir, kami tak akan berikan itu," jelas Akhmaloka.

Terlebih, pengumuman atas pencabutan gelar doktor pada MZ ini akan diumumkan pada publik secara luas. "Kami akan meminta maaf secara luas, pada IEEE juga pada Siyka Zlatanova serta komunitas akademik nasional dan internasional," tuturnya.

Sementara itu, pada yang bersangkytan(MZ) ITB akan memberi keputusan terkait dirinya itu melalui email yang pernah mengirimi permintaan maaf. "Akan dikirim melalui email. MZ juga telah menyatakan akan menerima apapun hasilnya," pungkasnya.

Heboh plagiarisme doktor-doktor ITB ini berawal dari situs ieeexplore.ieee.org. Disebutkan, makalah berjudul '3D Topological Relations for 3D Spatial Analysis' yang dibuat oleh 4 doktor ITB yaitu Mochammad Zuliansyah, Prof. Dr. Ir. Suhono Harso Supangkat, M.Eng, DR. Ir. Yoga Priyana, dan DR. Ir. Carmadi Machbub adalah plagiat.


Makalah ini dipublikasikan dalam Konferensi IEEE tentang ini Cybernetics and Intelligent Systems pada 2008, di Chengdu, China. Makalah ini hampir seluruhnya menduplikasi makalah lain. Teks asli dikopi tanpa menyebut sumber.

Makalah asli yang dijiplak dibuat Siyka Zlatanova, dan sudah dipublikasikan dalam 11th International Workshop on Database and Expert System Applications, terbitan tahun 2000 silam. Alias 8 tahun sebelum 4 doktor ITB ini menerbitkan makalahnya.

Wah, sayang sekali kawan blogger. Seorang Doktor yang seharusnya menjadi panutan dalam hal penulisan paper justru kali ini melakukan hal yang tidak patut ditiru.

9 comments:

  1. Memang sudh jd kebiasaan plagiatisme menjdi penyakit trun tmurun. Karna khabisan ide atw mw jaln pintas..ironis sekali..

    ReplyDelete
  2. iya dr berita yang aq dengar, gelar doctornya di cabut gr2 itu

    ReplyDelete
  3. Masyaallah...kasian juga tuuuh MZ. Terus, daku juga sering copy paste tulisan dari blog lain, termasuk situs berita, apa ya termasuk kategori plagiator kah daku ini?
    Yang jelas, sumber cp daku cantumkan lengkap dengan link-nya...hehehe

    ReplyDelete
  4. Jadi bertambah muramlah dunia pendidikan kita, ya?

    ReplyDelete
  5. ah, biasalah cari jalan pintas yang lebih murah juga

    ReplyDelete
  6. @Ratasoe: kelihatannya sih begitu
    @Rizky2009: iya, bener...
    @CahNdeso: kalo masih mencantumkan source artikelnya sih menurut saya tidak masalah.. ;)
    @M Mursyid PW : iya :(
    @secangkir teh dan sekerat roti: sayangnya yang pintas2 biasanya kurang baek.. :D

    ReplyDelete
  7. Wah doktor kok begitu ya...

    ReplyDelete
  8. doktor juga manusia...

    wajar aja kalo membuat kesalahan :)

    ReplyDelete
  9. informasi yang menarik..kasiian juga..mmh..semoga di dapat jalan yang terabaik untuk masalah ini..amiin :D

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan.............