Wednesday, March 18, 2009

Tukar Nasib


“Tukar Nasib”, adalah sebuah reality show terbaru yang ditanyangkan oleh SCTV setiap hari sabtu pukul 5 sore. Saya sendiri sudah menonton tayangan perdananya. Memang tayangan ini tidak se“haru” acara sejenis misalnya seperti “Termehek – mehek” nya Trans TV. Tapi acara yang satu ini beda. Benar benar beda. Bagaimana tidak beda

, 2 keluiarga yang kehidupannya sangat bertolak belakang harus bertukar lingkungan. Walaupun tidak lama-hanya tiga hari- tapi cukup untuk menggambarkan kehidupan kedua keluarga tersebut.
Pada tayang perdana tersebut, ada dua keluarga (sebut saja keluarga “X” dan “Y”, soalnya saya lupa namanya..he..he). Keluarga X adalah keluarga yang hidupnya sangat berkecukupan. Kepala keluarganya adalah seorang Manager Pemasaran satu perusahaan besar, istrinya adalah seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya “hanya” mengurusi urusan rumah dan (tentu saja) pergi ke Mall dan Salon. Anak– anak mereka adalah anak-anak yang manja Pekerjaan mereka di rumah adalah maen game dan ber SMS ria dengan teman-temannya. Pokoknya dimanja Puol!!
Sangat bertolak belakang dengan keluarga si X, keluarga bapak Y sangatlah sederhana. Keluarga ini hidup di daerah dekat Hutan (sepertinya sih bergitu, soalnya disekeliling rumahnya, jarang sekali ada rumah). Bapak Y ini kesehariannya adalah bersawah dan mencari makan untuk sapi kesayangannya. Sedangakn sang Istri mencari daun pisang untuk dijual dipasar, guna memenuhi kebutuhan hidup mereka. Anak-anak mereka adalah anak-anak yang sangat sederhana. Sehari-hari mereka bermain di hutan dekat rumah mereka.
Bagaimana jika kedua keluarga ini berukar nasib??
Ternyata keduanya meresakan sesuatu yang tidak mengenakkan. Tebakan saya salah. Awalnya saya mengira bahwa keluarha bapak Y akan senang alang bukan kepalang. Ternyata keluarga Y kesulitan beradaptasi dengan lingkungan yang berubah 180o itu. Ibu Y seumur-umur belum pernah mengganakan alat-alat yang namanya pun masih asing ditelingannya, yaitu Mesin Cuci, dan Kompor Gas.Sehingga untuk memasak, mereka mengumpulkan batu bata disekitar rumah untuk digunakan sebagai pawonan (bs. Jawa), seperti yang biasa mereka lakukan di rumah.
Bagaimana dengan keluarga X ? Uh.. Jauh lebih menderita (menurut saya lho..) Tidak ada lagi kopi di Pagi hari yang biasa menemani bapak Y sambil baca koran. Yang ada adalah mencangkul sawah, dan mencarikan makan untuk sapi. Istrinya sudah tidak bisa lagi pergi ke Mall dan Salon (Menurut Om Mario Teguh, wanita yang banyak menghabisakn uang mereka di Salon dan Mall bisa dijuluki wanita padang pasir. Digelontor uang berapapun habis dipake’ di Mall dan Salon).
Akhirnya pada akhir acara, kedua keluarga ini bisa mengambil manfaat. Bapak X yang dulunya sombong, dengan merasakan bagaimana nelangsanya hidup sebagai orang miskin, akan bisa lebih menghormati yang miskin.
Bapak Y pun demikian. Bapak Y jauh lebih tentram hidup di Desa. Dari pada hidup di keramaian kota.

5 comments:

  1. Wah, saya kok baru tau yach kalo ada reality-show baru ini. Thx banget buat sharingnya. Kayaknya bagus dan unik juga konsep acaranya. Semoga emang asli (bukan rekayasa).

    ReplyDelete
  2. #iskandaria : ya mas... semoga bukan tipu2 lagi...

    ReplyDelete
  3. usaha laundry , bisnis laundry , deterjen laundry , waralaba laundry , franchise laundry , softener laundry , pewangi laundry

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan.............